Selasa 17-Oct-2017 (14:51)
Selamat siang tamu !!
Home | Masuk | Pendaftaran
Recommended Song by: Monika

Doki Doki Literature Club! OST - Your Reality
Downloaded: 35 times

Last forum activity:
Kamui posted something in topic
Mobile Legends Bang Bang 5vs5 Fair MOBA for Mobile 3 Lane

Join Group FB AoiTenshi
Like Fanspage AoiTenshi
Oregairu Jilid 1 Bab 5 Bagian 2
1 2 3 4 >>
Bab 5 - Intinya, Yoshiteru Zaimokuza itu Agak Gila

Bagian 2


Keesokan harinya, ketika menuju ke ruang klub, aku terkejut melihat Yukinoshita dan Yuigahama sedang berdiri menghadap ke arah pintu. Aku jadi penasaran apa yang sedang mereka lakukan. Saat aku mengira-ngira alasannya, ternyata pintu itu sedikit terbuka dan mereka sedang mengintip ke dalam.

"Kalian sedang apa?"

"Hyaaah!"

Terdengarlah jeritan menggemaskan itu, dan di saat bersamaan dua perempuan tersebut melompat kaget.

"Hikigaya... kau membuatku kaget..."

"Akulah yang harusnya kaget..."

Reaksi macam apa itu? Itu mengingatkanku tentang hal yang bakal terjadi kalau aku menjumpai kucing peliharaanku di ruang tamu saat tengah malam.

"Bisakah kau agar tidak tiba-tiba memanggil kami seperti itu?"

Tatapan jengkel Yukinoshita yang ditujukan padaku itu pun kian mengingatkanku akan kucing peliharaanku. Kini aku jadi terpikir, kucing tersebut begitu ramah terhadap semua orang di keluargaku terkecuali aku. Itu juga salah satu hal dari diri Yukinoshita yang mengingatkanku pada hewan tersebut.

"Iya, iya, maaf. Jadi, kalian ini sedang apa?"

Yuigahama sekali lagi menggeser pintu ruangan klub dan diam-diam mengintip ke dalam. Ia orang yang menjawabku ketika kusodorkan pertanyaan tadi.

"Di dalam ada orang yang mencurigakan."

"Yang mencurigakan itu malah kalian berdua."

"Cukup sampai di situ. Bisakah kau berbaik hati masuk ke dalam dan menanyakan siapa dirinya?"

Yukinoshita menyuruhku dengan wajah tersinggung.

Kulakukan saja apa yang sudah diminta, berdiri di depan kedua gadis tersebut dan dengan hati-hati membuka pintu. Aku lalu melangkah masuk.

Yang menanti kami adalah hembusan angin.

Sewaktu aku membuka pintu, semilir angin melewati kami. Itu adalah ciri khas angin dari sekolah yang dibangun di daerah sekitar laut, dan angin tersebut membuat pusaran di sekeliling ruang klub, menghamburkan kertas-kertas.

Pemandangan itu mengingatkanku akan sebuah trik sulap di mana merpati-merpati putih keluar dari topi sang pesulap. Dan di tengah-tengah hal tersebut, berdirilah sosok seseorang.

"Ku ku ku, sungguh tak disangka kita akan bertemu di tempat seperti ini. Telah lama aku menantimu, Hachiman Hikigaya."

"Ka-kau ini bicara apa?!"

Ia sudah menantikan diriku, dan ia masih saja tak menyangkanya...? Maksudnya itu apa, sih? Harusnya yang tak menyangka bakal ada kejadian begini itu aku.

Kupaksa berjalan melewati pusaran kertas-kertas agar bisa melihat jelas siapa lawan bicaraku.

Dan pada akhirnya, sosok tersebut ternyata... oh, tidak, lupakan saja. Aku tak punya urusan dengan Yoshiteru Zaimokuza.

Terserah, deh, aku memang tak punya urusan dengan kebanyakan orang di sekolah ini. Tapi di antara mereka, anak ini adalah orang yang benar-benar tak ada urusannya denganku. Maksudku, lihat saja dirinya. Padahal tak sedang di musim panas, tapi ia malah berkeringat karena memakai mantel dan sarung tangan fingerless-nya.

Meski mengenalnya, aku akan berpura-pura saja kalau tidak tahu.

"Hikigaya, sepertinya anak yang di sana itu mengenalmu..."

Yukinoshita sudah bersembunyi di belakangku, dan bolak-balik memandang curiga pada diriku serta anak yang di sana itu. Zaimokuza meringkuk sesaat di hadapan tatapan menyindir perempuan tersebut, tapi ia segera kembali mengarahkan pandangannya padaku, menyilangkan lengannya dan sekali lagi mulai tertawa dengan suara rendah.

Dengan gerakan yang dilebih-lebihkan, ia mulai mengangkat bahu dan perlahan menggelengkan kepalanya.

"Sungguh kejam... kau sampai bisa melupakan rekan lamamu, Hachiman."

"Barusan ia menyebutmu rekan lama..."

Yuigahama menatapku dingin. Tatapannya seakan ingin berkata, Mati saja kau sana, Sampah!

"Itu sudah jelas, Rekan Lama. Kau masih mengingatnya, bukan? Bagaimana saat kita dengan gagah berani menghadapi masa-masa mengerikan itu bersama..."

"Orang-orang membuat kami berpasangan saat pelajaran Olahraga. Itu saja..."

Aku sudah tak tahan lagi hingga melontarkan bantahan tersebut, yang membuat Zaimokuza sampai menyengir.

"Hem... kejamnya sistem pilah-pilih tak lain hanyalah sebuah neraka. Mereka bilang kita boleh berpasangan dengan siapa pun sesuka kita. Ku ku ku, seolah aku punya hasrat untuk menjalani pertemanan dengan raga fana ini! ...seolah aku pernah berniat mengalami perpisahan yang akan menyakiti raga tersebut! Jika itu adalah cinta, maka aku tak membutuhkannya!"

Ia memandang jauh ke arah luar jendela. Pasti ada semacam bayangan seorang tuan putri yang jelita yang melayang-layang di langit kosong di sana. Atau mungkin saja semua orang sudah terlalu menggemari seri Hokuto no Ken.

Yah, karena sudah sejauh ini, kita mungkin bisa bilang kalau anak ini begitu menggebu-gebu. Kita mungkin bisa bilang kalau ia adalah salah satu dari orang-orang itu.

"Kau mau apa, Zaimokuza?"

"Heng... rupanya kau sudah menyebut nama yang terukir di jiwaku ini. Betul sekali, akulah sang jenderal ahli pedang, Yoshiteru Zaimokuza."

Dengan mencolok ia kibarkan mantelnya, sambil memasang ekspresi heroik di wajah tambunnya sewaktu memandang balik ke arah kami. Tampaknya ia sudah terlalu menghayati peran jendral ahli pedang ciptaannya itu.

Hanya dengan melihatnya sudah membuat sakit kepalaku.

Atau bisa kubilang, hatikulah yang sebenarnya terasa sakit. Yang lebih penting lagi, tatapan yang datangnya dari Yukinoshita dan Yuigahama kepadaku ini justru terasa lebih menyakitkan.

"Hei... sebenarnya yang tadi itu maksudnya apa?"

Terlihat jelas kalau Yuigahama sedang merasa terganggu... atau bisa kubilang merasa jengkel... dan ia mengarahkan pandangannya ke arahku. Benar-benar, deh, maksudnya itu apa, sampai ia memandang ke arahku segala?

"Nama anak ini Yoshiteru Zaimokuza... kami dulu pernah jadi rekan saat pelajaran Olahraga."

Sebenarnya, cuma sampai di situ saja, sih. Hubunganku dengan Zaimokuza tak pernah lebih dari itu... meski, tak sepenuhnya salah jika berkata, kalau kami pernah jadi rekan yang sama-sama tak dibolehkan menjalani hidup damai selama masa-masa mengerikan itu.

Rasanya memang seperti di neraka saat disuruh memilih siapa pasangan kita. Serius.

Zaimokuza juga merasakan perih yang sama dan ia pun mengerti betapa mengerikannya masa-masa itu.

Semenjak pertama kali mengikuti pelajaran Olahraga di mana Zaimokuza dan diriku berpasangan dikarenakan hanya kami saja yang tak dipilih, kami selalu bersama-sama. Sejujurnya, aku sangat ingin menjual pengidap chuunibyou tambun ini ke salah satu tim lain, tapi itu tak bisa kulakukan, jadi aku pun menyerah. Aku juga pernah menyatakan diriku ini sebagai agen lepas, namun sayang, jika ada orang yang mau menggunakan jasaku, orang tersebut takkan mampu menyewaku karena mahalnya upahku. Baiklah, kuakui kalau yang tadi itu bohong, alasan sebenarnya hanya karena aku dan Zaimokuza saja yang tak punya teman.

Selagi Yukinoshita memerhatikan penjelasanku, ia memandang bolak-balik ke arahku dan ke arah Zaimokuza. Setelahnya, ia pun terlihat
Komentar (0)
1 2 3 4 >>
Download Java buku

»[LN] Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru
Perpustakaan
» Halaman utama «
» DAFTAR HADIR «
14 Aktif: Adit, Remilia, Shadowgamersz, Chikoer, Ryouma, Simple, shinji_kuro, ArsyadS, maik, kirito01, natsu22, reiza, sinque, atikai69.
Pengintip: 6
» MEMBER BARU «
jumarid jumarid
Malfoy13 Malfoy13

» Aoitenshi Fansub-Coder «

» Utamakan Kualitas Bukan Kuantitas Video «
© 2014 | JohmCMS