Selasa 12-Dec-2017 (15:16)
Selamat sore tamu !!
Home | Masuk | Pendaftaran
Recommended Song by: Fadli_Ramdani

Aqours - Mirai no Bokura wa Shitteru yo
Downloaded: 517 times

Last forum activity:
LeCiel posted something in topic
Share a Song

Join Group FB AoiTenshi
Like Fanspage AoiTenshi
Oregairu Jilid 1 Bab 5 Bagian 1
Bab 5 - Intinya, Yoshiteru Zaimokuza itu Agak Gila

Bagian 1


Mungkin agak telat mengatakan hal ini, tapi yang kutahu, Klub Layanan Sosial punya peran untuk mendengarkan masalah para murid dan berusaha membantu mereka.

Kalau aku tak sesekali mengingatkan diriku sendiri mengenai hal tersebut, aku bisa benar-benar lupa klub apa sebenarnya ini. Yang biasanya aku dan Yukinoshita lakukan hanyalah membaca buku saja. Sedangkan Yuigahama, masih saja bermain dengan ponsel-nya.

"Hmm... hei, buat apa kau ke sini lagi?"

Perempuan itu begitu cepat membaur hingga kami tak pernah mempertanyakan keberadaannya, tapi itu tak serta-merta menjadikan Yuigahama sebagai anggota Klub Layanan Sosial. Sebenarnya, aku sendiri tak cukup yakin kalau aku juga anggota klub ini. Apa aku memang bagian dari klub ini, ya? Padahal aku ingin sekali keluar dari sini...

"Eh? Ah, soalnya aku lagi punya banyak waktu senggang 'gitu, lo."

"'gitu, lo? Aku tak paham yang kaukatakan. Lagi pula, apa-apaan itu? Memangnya kau ini orang Hiroshima, apa?"

"Eh? Hiroshima? Aku ini orang Chiba, kok."

Yah, pada kenyataannya, orang-orang yang memakai dialek Hiroshima selalu menambahkan 'gitu, lo di setiap akhir ucapannya, namun ketika hal ini kubahas ke orang lain, mereka justru tampak terkejut. Aku punya gambaran buruk di otakku mengenai cara bicara orang-orang Hiroshima, tapi lain cerita kalau perempuan yang berbicara dengan logat seperti itu, mereka malah terdengar menggemaskan. Faktanya, logat Hiroshima ada di jajaran sepuluh besar logat yang kuanggap paling menggemaskan.

"Huh. Hanya karena kau lahir di Chiba, bukan berarti bisa seenaknya saja mengaku kalau kau orang Chiba."

"Hei, Hikigaya. Aku sungguh tak mengerti apa maksudmu tadi..."

Yukinoshita menatapku dengan begitu sinis. Tapi aku tak menghiraukannya.

"Baiklah, Yuigahama. Pertanyaan pertama. Apa istilah lain dari luka dalam yang diakibatkan oleh hantaman keras pada tubuh?"

"Lebam!"

"Hmm... kau benar. Ternyata kau juga mengerti dialek Chiba... baiklah, lanjut ke pertanyaan kedua. Jika kau boleh memilih makanan lain sebagai pendamping makan siangmu, kau akan memilih apa?"

"Miso kedelai!"

"Hmm... mungkin kau memang benar-benar orang Chiba..."

"Aku sudah bilang dari tadi 'gitu, lo."

Yuigahama meletakkan tangannya di atas paha dan menatapku sambil memiringkan kepalanya, seakan ingin berkata, Anak ini kenapa, ya? Yukinoshita duduk di sebelahnya sambil menyandarkan sikunya sekaligus meletakkan tangannya ke dahi. Ia lalu mengela napas panjang.

"...eng, kenapa tiba-tiba menanyakan itu? Memangnya kalau aku jawab, aku dapat poin, ya?"

Jelas itu tak ada poinnya.

"Anggap saja ini Ultra Quiz Lintas Prefektur Chiba. Yang kumaksud Lintas itu, mulai dari Matsudo hingga ke Choushi."

"Kalau hanya dari situ sampai ke situ saja, bukan Chiba namanya!"

"Kalau begitu, anggap saja dari Sawara ke Tateyama."

"Jadi kini diukurnya dari wilayah utara hingga ke selatan..."

...dua anak ini... padahal awalnya dari nama kota saja, tapi kenapa malah dipersoalkan begini? Apa sebegitu sukanya mereka dengan Kota Chiba?

"Baiklah, pertanyaan ketiga. Jika kau berpergian lewat Jalur Sotoubou menuju Toke, maka, apa nama dari hewan langka yang bisa tiba-tiba menampakkan dirinya di sekitar daerah itu?"

"Ah, Yukinon, bicara soal Matsudou, kudengar banyak kedai ramen di daerah sana, lo. Kapan-kapan ke sana, yuk?"

"Ramen... aku tak begitu sering memakan ramen, jadi aku kurang begitu tahu..."

"Enggak masalah, kok! Aku juga jarang makan ramen!"

"...eh? Lalu kenapa tadi kau menyarankannya? Tolong jelaskan dulu maksudmu itu?"

"Hmm, lagi pula, apa hubungannya dengan Matsudou...? Memang benar, di sana ada kedai bernama Nantoka. Kata orang, ramen yang dijual di sana rasanya enak..."

"Kalian ini dengar yang tadi kutanyakan, tidak, sih?"

"Hmm? Dengar, kok. Ah, tapi di sekitar sini juga ada beberapa kedai yang mantap, lo. Soalnya di sini itu dekat sama rumahku, makanya aku mengerti betul daerah ini. Rumahku jaraknya kira-kira lima menit dari sini. Aku juga sering melihat ada beberapa kedai sewaktu jalan-jalan sama anjingku."

...jawaban yang benar adalah burung unta. Kalau kita berpergian menggunakan kereta dan tiba-tiba melihat ada burung unta di luar jendela, kurasa kita akan lebih merasa terkesan ketimbang terkejut.

Cih.

Kubiarkan saja dua perempuan tersebut larut dalam obrolan ramen yang sudah salah kaprah tadi, dan kembali kubaca bukuku.

Padahal ada tiga orang di ruangan ini, tapi masih saja aku merasa sendiri. Apa-apaan itu?

Biarpun begitu, bagiku menghabiskan waktu seperti ini membuatku merasa seperti anak SMA pada umumnya. Dibandingkan anak-anak SMP, anak-anak SMA lebih punya kebebasan dalam melakukan sesuatu, hingga mereka cenderung tertarik dalam hal gaya maupun kuliner. Jadi obrolan soal ramen ini serasa seperti obrolan anak SMA banget.

...meski kuakui, pada umumnya anak-anak SMA tak melakukan hal semacam Ultra Quiz Lintas Prefektur Chiba.
Komentar (0)
Download Java buku

»[LN] Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru
Perpustakaan
» Halaman utama «
» DAFTAR HADIR «
10 Aktif: abighon, ArsyadS, boa, Kasmong, ginjo, nokia, qya057, Yazami, boa7, jwall.
Pengintip: 5
» MEMBER BARU «
al123 al123
Khiintil Khiintil

» Aoitenshi Fansub-Coder «

» Utamakan Kualitas Bukan Kuantitas Video «
© 2014 | JohmCMS