Selasa 17-Oct-2017 (14:50)
Selamat siang tamu !!
Home | Masuk | Pendaftaran
Recommended Song by: Monika

Doki Doki Literature Club! OST - Your Reality
Downloaded: 35 times

Last forum activity:
Kamui posted something in topic
Mobile Legends Bang Bang 5vs5 Fair MOBA for Mobile 3 Lane

Join Group FB AoiTenshi
Like Fanspage AoiTenshi
Oregairu Jilid 1 Bab 4 Bagian 1
1 2 3 4 >>
Oregairu Jilid 1 Bab 4 Bagian 1
==================================================================================
Mengenai 'Melakukan sesuatu di akhir festival,' berbeda dengan, 'Melakukan sesuatu saat festival telah berakhir.'... Dalam LN aslinya Hachiman membandingkan antara kalimat 後の祭り, ato no matsuri dengan 祭りの後, matsuri no ato, yang merupakan sebuah ungkapan, yang jika dalam Bahasa Indonesia mirip seperti ungkapan 'nasi sudah menjadi bubur', yang menandakan sesuatu yang sudah terlambat... Selamat Menikmati...
==================================================================================
Bab 4 - Meski Begitu, Kelas Berjalan Seperti Biasanya

Bagian 1


Bel berakhirnya jam pelajaran keempat pun berbunyi. Mendadak, suasana kelas menjadi lebih santai. Sebagian murid sudah berhamburan keluar membeli jajanan di kantin, sementara, sebagiannya mencari-cari kotak bekal mereka di dalam laci meja. Lalu sisanya, ada yang pergi ke kelas lain. Selama istirahat makan siang, ruang kelas kami memang selalu dipenuhi kehebohan. Dan tak ada tempat yang bisa kutuju jika hujan begini. Biasanya, aku punya tempat bagus untuk menikmati makan siangku, tapi mana aku mau kalau makan sambil basah-basahan.

Karena terpaksa, akhirnya kumakan saja roti yang kubeli dari toko kelontongan ini sendirian. Kalau cuaca sedang hujan begini, biasanya jam istirahat kuisi dengan membaca novel atau manga, tapi ternyata, buku-buku itu tertinggal sewaktu aku membacanya di ruang klub kemarin. Ya sudahlah, nanti saja kuambil kalau sudah cukup istirahatnya.

Aku jadi ingat kalau kalimat, Melakukan sesuatu di akhir festival, berbeda dengan, Melakukan sesuatu saat festival telah berakhir.

Lelucon yang bahkan aku sendiri tak menganggapnya lucu. Yah, memang sebanyak itulah waktu senggang yang kupunya saat istirahat. Walau selalu kepikiran macam-macam, sebenarnya cukup wajar bila aku menghabiskan waktuku ini untuk diriku sendiri, makanya, terkadang aku selalu membuat kesimpulan untuk berbagai hal.

Saat aku sudah di rumah, banyak hal yang bisa kulakukan bila sendirian. Contohnya, aku sering beryanyi keras-keras dengan penuh semangat. Dan ketika adikku datang, biasanya akan kualihkan seperti, Motto! Mott— ...selamat datang. Tentu saja, aku tak pernah bernyanyi di dalam kelas.

Sebenarnya aku pun sering memikirkan banyak hal. Bisa dibilang, para penyendiri itu ahli dalam pemikiran. Seperti yang kita tahu, manusia itu makhluk berakal, dan setiap manusia pasti akan berpikir. Namun di antara mereka, ada para penyendiri yang tak mau membuang waktunya untuk memikirkan manusia lain, sehingga pemikiran yang mereka miliki secara alami menjadi kian mendalam dan lebih ilmiah.

Alhasil, para penyendiri punya pola pikir yang sangat berbeda dibanding manusia lain. Karenanya, di saat tertentu, para penyendiri kerap melontarkan konsep maupun gagasan yang berada di luar nalar manusia biasa.

Sulit untuk menyampaikan banyaknya informasi dengan keterbatasan komunikasi verbal yang dimiliki oleh para penyendiri. Fenomena tersebut mirip dengan sistem operasi sebuah komputer.

Butuh cukup waktu dalam mengunggah sejumlah besar informasi pada server untuk mengirim sebuah surel, hal yang sama juga dialami oleh para penyendiri yang kurang pandai berkomunikasi. Seperti itulah keadaannya. Menurutku, hanya karena lemahnya salah satu penunjang, bukan berarti itu jadi hal buruk. Mengirim surel bukan satu-satunya keutamaan dari sebuah komputer. Padahal masih ada Photoshop dan internet, ya 'kan?

Pembahasan ini kini malah berubah menjadi penilaian yang didasarkan hanya pada salah satu faktor saja. Yah, walau aku menggunakan perumpamaan sebuah komputer, tapi aku bukan orang yang ahli dalam hal tersebut.

Biarpun begitu, aku ini ahli dalam memainkan game yang dianggap sulit oleh para anak lelaki di kursi depan kelasku ini. Para anak lelaki yang kumaksud yaitu mereka yang dengan sengaja membawa PSP ke sekolah. Kalau tidak salah, mereka itu Oda dan Tahara.

"Makanya, pakai hammer saja!"

"Enggak ah, gunlance sudah lebih dari cukup, kok."

Mereka tampak sedang bersenang-senang. Padahal aku juga memainkan game itu, dan kalau boleh jujur, aku juga mau bergabung bareng mereka.

Di masa lalu, para penyendiri adalah orang yang bisa memonopoli manga, anime maupun game untuk diri mereka sendiri. Namun keadaannya sekarang, beberapa media telah berubah menjadi wadah yang mengharuskan para penyendiri untuk berkomunikasi dengan sesamanya.

Sayangnya, akibat tampangku yang pas-pasan ini, maka ketika kucoba bergabung dengan mereka, aku malah dianggap resek juga culun. Ya sudah, mau bagaimana lagi?

Sewaktu SMP dulu, pernah kulihat ada beberapa orang yang sedang membahas soal anime, jadi kucoba untuk ikut bergabung dalam pembicaraan mereka, namun terlihat jelas kalau mereka langsung bungkam ketika melihatku. Itu hal yang sungguh kejam buatku... di saat itulah aku berhenti mencoba bergabung dalam keramaian itu.

Dan aku tak pernah menjadi lelaki yang berusaha ingin membuat orang-orang agar mengikutsertakan diriku, karena itu justru lebih buruk. Sewaktu kami bermain sepak bola ataupun bisbol saat pelajaran Olahraga, dua anak lelaki yang cukup populer akan melakukan suten untuk menentukan siapa yang hendak dipilih. Dan aku selalu kebagian pilihan terakhir. Saat kuingat kembali diriku yang masih berumur sepuluh tahun, saat kukenang betapa gugupnya aku sewaktu mereka mau memilih anggota tim... hal itu hampir bisa membuatku menangis, serius.

Aku bukanlah orang yang sering sakit-sakitan, tapi itu sebabnya aku mulai payah dalam hal olahraga. Aku menyukai bisbol, namun aku tak bisa menemukan orang yang mau bermain denganku... jadi sewaktu masih kecil, aku selalu bermain dengan tembok atau berlatih penguasaan lapangan seorang diri. Aku benar-benar telah terbiasa bermain bisbol sendirian; bahkan aku sempat berpura-pura ada para pemain khayalan di lapangan ataupun di area pemukul.

Namun ada pula orang-orang di kelas ini yang pandai dalam komunikasi semacam itu.

Contohnya, orang-orang yang kini sedang berada di deretan kursi belakang kelas.

Ada dua anak dari Klub Sepak Bola, tiga anak dari Klub Basket, dan tiga anak perempuan. Hanya dengan sekali lihat pada suasana hidup di sekitar grup tersebut, cukup untuk memberi tahu kalau posisi mereka berada di puncak pergaulan kelas. (Omong-omong, Yuigahama juga bagian dari grup itu.)

Bahkan di dalam grup tersebut, terdapat dua orang yang bersinar lebih terang dibanding yang lainnya:

Hayato Hayama.

Itulah nama anak yang berada di pusat grup tersebut. Ia adalah pemain andalan dari Klub Sepak Bola, sekaligus kandidat kapten tim selanjutnya pada semester depan. Ia bukanlah seseorang yang betah kulihat berlama-lama.

Dengan kata lain, ia lelaki tampan yang penampilannya dibuat-buat. Mati saja sana!

"Enggak, deh, hari ini aku enggak bisa. Aku ada latihan."

"Masa enggak bisa izin sehari, sih? Hari ini double scoop di Baskin-Robbins
Komentar (0)
1 2 3 4 >>
Download Java buku

»[LN] Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru
Perpustakaan
» Halaman utama «
» DAFTAR HADIR «
13 Aktif: Ryouma, natsu22, maik, kirito01, reiza, Chikoer, ArsyadS, shinji_kuro, Shadowgamersz, Adit, sinque, atikai69, Remilia.
Pengintip: 6
» MEMBER BARU «
jumarid jumarid
Malfoy13 Malfoy13

» Aoitenshi Fansub-Coder «

» Utamakan Kualitas Bukan Kuantitas Video «
© 2014 | JohmCMS