Minggu 26-Jun-2017 (02:00)
Selamat dini hari tamu !!
Home | Masuk | Pendaftaran
Recommended Song by: fai-kun

Megumi Kato-ETERNALâ™­(Ins. song eps.8 Saekano s2)
Downloaded: 683 times

Last forum activity:
ItsukaFahri posted something in topic
BeAT (Bejat AoiTenshi)

Join Group FB AoiTenshi
Like Fanspage AoiTenshi
Bab 2 " Penantang "
1 2 3 ... 7 >>
Part 1

Kerajaan Elchea, Ibukota Elchea—Wilayah barat, Distrik 3.

Setelah memohon dengan memaksa kepada pemilik penginapan itu, kedua bersaudara itu bahkan tidak tinggal di sana selama satu malam lalu mereka keluar dari penginapan itu tanpa sepatah katapun.

Namun, di pagi kedua kedua bersaudara itu sudah menginap di dalam rumah Stephanie Dora.

Hm, lebih jelasnya—di pagi kedua itu, kedua bersaudara itu berada di dalam kamar mandi rumah itu.

“.......Nii.....aku harap.....Nii bisa menjelaskan ini.”

Shiro yang tidak memakai baju bertanya sambil kepalanya dikeramasi.

“Menjelaskan? Maksudmu tentang acara mandi ini? Kalau mandi seperti ini kan tidak masalah karena kau juga sedang mandi sekarang, apa aku harus menjelaskannya lagi?”

“........Nii......adegan mandi ini......untuk anak SD.......seharusnya tidak dilakukan......”

“Jangan khawatir adikku, [Kabut Dewa] yang terkenal itu pasti akan muncul dan membuat adeganmu itu lebih [Murni].

Sora memandangi adikknya yang berada di dalam kabut tebal yang ada di dalam kamar mandi itu dan berkata seperti ini.

“Bukannya kabut ini ada karena ‘memanasi seluruh kolam tempat mandi ini’?”

Sambil mencuci kepala Shiro, Steph menjawabnya dengan ekspresi seperti baru saja dibodohi.

“Benar sekali. Tempat ini sangatlah penting.”

“Kau tahu tidak kalau para pelayan itu membakar banyak sekali kayu bakar hanya untuk membuat kabut-kabut ini?”

Dan setelah memanaskan tempat mandi itu, lebih pintar kalau tidak berendam di dalamnya.

Sebenarnya menghabiskan banyak sekali air untuk membuat efek kabut ini agak...

“Kalau kau ingin berkata seperti itu, bagaimana dengan orang yang bisa menikmati tempat mandi ini yang besar ini dan masih memiliki keberanian untuk menuduh seseorang menggunakan tempat ini secara boros.”

“—Guuu....”

(Seperti yang sudah diduga dari garis tahta kerajaan.)

Steph sebenarnya lebih kaya dari yang dibayangkan oleh Sora.
Rumah itu dibangun dengan gaya Roma, jadi kita tidak bisa menyebut rumah ini sebagai [Istana], dan sayangnya kedua bersaudara itu hanya tahu tentang Jepang saja. Dan, kamar mandi pribadi milik Steph bahkan bisa menampung sepuluh orang sekaligus.

Kamar itu bergaya aroma, dan agar adegan ini bisa ditonton [Semua Umur] sengaja diciptkan kabut-kabut yang cukup untuk menutupi area kamar mandi ini.

Dengan tingkat kemewahan seperti ini, tidak akan ada yang percaya bahwa rumah ini adalah milik dari ras yang berada di ambang kepunahan.

“Dan juga, aku minta maaf. Adikku memang tidak suka mandi—dia juga agak keras kepala karena percaya tentang [Keberadaan gadis kecil berumur sebelas tahun yang ada di buku ero milik remaja berumur delapan belas tahun] jadi dia tidak akan mau kalau aku basuh rambutnya, makanya dia tidak suka mandi. Tapi untungnya kemarin dia bilang kalau saat ia mandi dan bisa ditonton untuk semua umur maka hal itu tidak masalah, jadi aku pikir aku harus mengambil kesempatan ini.”

“...........Guuuuu......Nii, aku benci.”

Tetapi intinya, itu yang diinginkan oleh Steph.

Shiro memprotes kakaknya, juga menyesal karenanya.

“Adikku, kalau adik mengurusi diri sendiri pasti adik akan tumbuh sangat ultra cantik, jadi jadilah anak yang baik dan mandi.”

“........Enggak masalah....kalau aku tidak cantik.”

“Kakakmu menyukai Shiro yang cantik.”

“..........Guuuuuu......”

Shiro bersungut-sungut dengan suara kecil. Dia tahu kalau akan lebih sulit lagi mengeluh pada Sora setelah mendengar kakaknya, Sora, seperti itu.

Tapi sebenarnya tidak masalah.

Sebenarnya hubungan kakak beradik ini membuat orang melihatnya tidak seperti kakak beradik yang bersaudara, tapi kebenarannya tidak bisa dihiraukan.

Dibandingkan itu, ada hal yang lebih penting lagi yang sedang dilakukan oleh Steph.

(Kenapa aku melakukan hal ini?)

(Kenapa aku membasuh rambut Shiro, sementara Sora masih memakai baju dan berada di sisi sebaliknya dari kamar mandi ini?)

“—Sora....kenapa aku harus membasuh rambut Shiro?”

—tidak tidak, jangan langsung bertanya seperti itu.

Pertanyaan ini muncul karena diakibatkan penolakan yang diajukan olehnya terlambat diungkapkan.

“Apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan? Karena kalau kau tidak melakukannya, Shiro tidak akan mau mandi.”

“Apa itu masalah buatku?!?”
“Un, apa kau ingin aku melihatnya?”

“Ti—tidak mungkin dasar bodoh! Aku cuman tanya apa kau memang sengaja menambah masalahku!”

“Santai sajalah Steph. Aku akan menggunanakan [Ukuran Tambahan] untuk mengagumi dan menikmati tubuhmu nanti.”

“—Wuh!”

Dikatakan seperti itu membuat Steph memerah dan menutupi tubuhnya.

Tapi di lain pihak, mendengar Sora yang memiliki ketertarikan dengan tubuhnya, Steph meningkatkan indera kewaspadaanya lebih tinggi lagi.

Ia berpikir kalau Sora pasti akan mengintip pada lubang dinding itu, Steph melanjutkan mengawasi ruangan ini.

“Tapi sekarang, kalau dilihat-lihat – kau jangan percaya begitu saja dengan [Kabut Dewa] ini.

“.....huh?”

“Setelah mandi, kalau “Adik”ku pasti akan bangun, atau kabut dewa ini masih kurang cukup untuk menutup tubuh adik perempuanku, maka adegan ini sudah bukan lagi untuk R, tapi sudah di-ban.”

“—Itu-itu, ah....”

Steph tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Sora.

Tapi lebih penting lagi, Sora sama sekali tidak memiliki alasan untuk mengintip.

Namun, ada beberapa batasan yang masih belum dimengerti oleh Steph.

Yang ada di kamar mandi itu adalah dua ponsel dan sebuah laptop.

Dan Steph tidak tahu benda apa itu yang ternyata adalah kamera dengan dua lubang lensa yang kecil.

—setelah mandi, Shiro akan memeriksa layar itu, dan kalau tidak ada masalah, ia akan melanjutkan untuk memeriksanya lagi.

Di dalam hati Sora yang dalam, dia berjanji untuk menahan keinginannya untuk kembali ke dunia lama mereka kembali.

Part 2
“Fuu..... menyenangkan sekali....”

“....Muwuuuu.....rambut licin.....terlalu tebal.....”

Sementara menunggu Shiro untuk selesai, Sora memutuskan untuk segera mandi.

Perasaan Sora begitu berbeda dengan Shiro yang merasa agak kesal karena dipaksa untuk mandi.

—Itu karena, seperti yang dikatakan Sora pertama adi, setelah rambut Shiro selesai dikeramasi.

Rambutnya yang bergelombang, putih seperti salju, jatuh ke bawah bersamaan dengan kulitnya yang putih seperti porselen dan kedua matanya yang merah... Dari sisi manapun Shiro terlihat seperti boneka yang dibuat oleh seorang pemahat yang profesional. “Sebenarnya tidak masalah, kalau kau berada dalam kondisi seperti ini terus. Sayang sekali kalau dibuang.”

“....Lagipula, Nii......tidak mau menunjukkannya.”

Omong-omong, Sora juga terlihat lebih menarik setelah mencukur habis jenggotnya.

Bagaimana mengatakannya.

(Sial, aku gagal.....)

Melihat dengan tajam kepada Sora, Steph berusaha menahan dirinya agar tidak mimisan, itu.....

Saat ini Sora sudah tidak memiliki penampilan yang menakutkan seperti saat pertama kali mereka bertemu, tapi sekarang Sora terlihat
Komentar (0)
1 2 3 ... 7 >>
Download Java buku

»[LN] No Game No Life
Perpustakaan
» Halaman utama «
» DAFTAR HADIR «
» Hadir (13 Orang) : Rheinmetall, excel, kaydara1, Arsyad_Tugrul, yusuke, haruokamal, ebu219, Koukei, zerokara, Benama, Vallencia, nasigoreng69, my21.
» Pengintip : 8 Orang
» Ulang Tahun : 5 Orang
» CPU Usage : 4.07%
» MEMBER BARU «

» Aoitenshi Fansub-Coder «

» Utamakan Kualitas Bukan Kuantitas Video «